Tadi lagi baca-baca WIKIPEDIA tentang kelinci, saya merasa tertarik dengan kelinci Sumatera, karena dikatakan kelinci ini adalah spesies murni dari Indonesia. Tapi kenapa tidak ada yang ternakin yah? mungkin karena kelinci ini merupakan kelinci liar, dan merupakan satwa yang dilindungi. Ini Cuplikannya:

WIKIPEDIA
Kelinci Sumatra (Nesolagus netscheri), juga dikenal dengan nama Kelinci Sumatra telinga pendek atau Kelinci belang Sumatra, adalah jenis kelinci liar yang hanya dapat ditemukan di hutan tropis di pegunungan Bukit Barisan di pulau Sumatra, Indonesia. Populasi kelinci Sumatra mengalami penurunan yang signifikan yang diakibatkan oleh perambahan hutan yang agresif di pulau Sumatra.

Berukuran sekitar 40 cm panjangnya, kelinci Sumatra memiliki garis-garis kecoklatan, dengan ekor berwarna merah, dan bawah perutnya berwarna putih. Biasanya tinggal di hutan dengan ketinggian 600-1400 meter dari permukaan laut. Kelinci ini merupakan hewan nokturnal, dengan menempati bekas atau liang hewan lain. Makanannya adalah pucuk daun muda dan tanaman yang berukuran pendek, namun kelinci hutan yang ditangkarkan memakan biji-bijian dan buah-buahan.

Pengamatan telah dilaporkan sejak tahun 1972 sebanyak 3 kali, paling baru adalah akhir Januari 2007 ketika kamera jebakan dipasang di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Dibawah ini ada beberapa foto kelinci Sumatra/ Sumatera:

Gambar-gambar ini diambil dari:
id.wikipedia.org (newsimg.bbc.co.uk)
indonesiatraveling.com
rejang-lebong.blogspot.com

dan bukan kepunyaan Earth Rabbit

Setelah baca-baca ternyata memang Taman Nasional Bukit Barisan Selatan telah menjadi taman nasional pada tahun 1982. Wilayahnya kira-kira 324.000 Ha, itu melingkupi provisi Lampung sampai provinsi Bengkulu. Yang terkenal dilindungi disana sih gajah Sumatera, harimau Sumatera, dan badak Sumatera. Saya tidak menemukan kalau kelinci Sumatera itu termasuk hewan yang diprioritaskan untuk dilindungi.

TAPI setelah saya membaca webnya departemen perhutanan (http://www.dephut.go.id) tentang  “PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 1999 , TANGGAL 27 JANUARI 1999”

ternyata kelinci Sumatra (Nesolagus netscheri) tercatat di bagian MAMALIA di nomor urut 47 (sesuai abjad) sebagai satwa yang dilindungi.

Jelasnya saya kasih link file pdfnya dibawah ini:
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 1999 , TANGGAL 27 JANUARI 1999

Baiklah, mungkin karena itu tidak ada yg memelihara atau berternak kelinci Sumatera… Atau mungkin ada?😀